head

HOME | NEWS | POFIL | INDEX | SEJARAH

Ilmu itu titipan. Nanti akan ditanya untuk apa digunakan. Tidak ada ilmu yang paling ampuh. Semuanya itu " Man Behind The Gun ".



Kamis, 11 September 2008

Bentrok Madiun Merembet ke Nganjuk

09 Maret 2004

TEMPO Interaktif, Nganjuk: Pertikaian antar pendekar yang terjadi di Madiun merembet ke wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Akhirnya, Selasa (9/3), sekitar pukul 03.00 WIB, di wilayah yang berjarak sekitar 60 km dari Madiun itu sebanyak 6 orang pemuda dijebloskan ke dalam ruang tahanan Mapolres Nganjuk karena membuat onar.

Mereka diduga melakukan pengrusakan terhadap rumah penduduk di Desa Tanjungrejo dan Sukorejo, Kecamatan Loceret, Nganjuk sehari sebelumnya. Tercatat 6 rumah penduduk, sebuah kantor balai desa dan sebuah mobil rusak akibat karena dilempari batu.

Enam orang yang ditahan polisi adalah Joni Windarto, 19 tahun, Andrianto, 17 tahun, Yanto, 24 tahun, warga Dusun Turi, Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso. Hadi Sutomo, 28 tahun, Damianto, 26 tahun, dan Dodik Purwanto, 21 tahun, warga Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace. Selain itu polisi juga menyita dua sepeda motor Yamaha F1 Nopol AG 3061 TE dan Yamaha Alfa Nopol AG 5587 V sebegai barang bukti.

Berdasarkan penelusuran Tempo News Room, pada Senin (8/3), sekitar pukul 01.00 WIB, anggota perguruan silat SH Teratai Cabang Nganjuk melakukan acara Suran di Stadion Anjuk Ladang. Usai acara, para pendekar itu berniat pulang. Diantara mereka melintas dengan naik 6 sepeda motor menyusuri jalanan Desa Sukorejo. Mendadak mereka dilempari batu sekelompok pemuda yang sedang cangkrukan.

Merasa sakit hati karena diserang orang tak dikenal, mereka memberitahukan kejadian ini kepada teman-temanya yang masih berada di Stadion Anjuk Ladang. Mendapat laporan tersebut, para pendekar bergerak dengan naik sepeda motor dalam jumlah lebih besar menuju ke tempat pelemparan batu.

Sampai di Desa Sukorejo, para penekar itu kembali dilempari batu. Karena terdesak, mereka kembali ke Stadion Anjuk Ladang. Diduga, saat romobongan pendekar itu kembali ke stadion Anjuk Ladang, mereka melakukan pengrusakan. Aksi itu disusul dengan bergeraknya ratusan anggota dengan berjalan kaki, memenuhi jalan Desa Sukorejo.

Tanpa basa-basi, mereka melempari rumah penduduk dengan batu. Akibatnya, 5 rumah warga Desa Sukorejo
terkena lemparan, yaitu milik Pungkasa Ningsih, Hasyim, Adi Sutomo, Slamet dan Nyamin. Selain itu kantor balai desa juga rusak. Kerusakan sebagian besar di bagian kaca jendela rumah dan kantor desa yang pecah terkena lemparan batu.

Aksi brutal itu tak berlangsung berlarut-larut karena segera diketahui aparat Polsek Loceret yang langsung menghalau mereka keluar desa. Namun sampai di Desa Tanjungrejo, para pendekar kembali mengamuk. Di tempat
itu mereka melempari rumah milik Supangat dan mobil milik Sukarno. "Saat kejadian, kami berhasil meringkus seorang pelaku pelemparan," kata AKP Rubintoro Syuhada, Kasatreskrim Polres Nganjuk, Selasa (9/3).

Dari keterangan pelaku yang tertangkap, Joni Windarto, petugas melakukan penangkapan lima pelaku yang lain di rumah masing-masing. Kini merek sedang menjalani pemeriksaan.

Menyikapi peristiwa itu, Kapolres Nganjuk AKBP Drs Dunan Ismail Isja membantah jika aksi pengrusakan itu
melibatkan anggota perguruan pencak silat SH Teratai. Menurut Kapolres, para pelaku adalah warga biasa yang
diketahui sedang melakukan pengrusakan. "Aksi itu murini merupakan tindak pengrusakan. Tidak ada kaitan dengan perseteruan antarperguruan silat," kata Kapolres.

Dwidjo U. Maksum - Tempo News Room